Sahabat Mengacuhkanku

            Kelas 4 SD, saat itu lah aku mengenal kedua sahabatku, mereka bernama Momo dan Nana. Sahabat menurutku adalah mereka yang selalu ada saat kita sedih dan senang,yang selalu membuat hari hari kita menyenangkan. Ketika kita bertiga bertemu, rasanya tak ingin waktu cepat berlalu, kita selalu menghabiskan waktu kita dengan bermain, kebetulan kita bertiga menyukai kucing, dan sahabatku Nana memiliki kucing, kalau boleh dibilang setiap hari kita betah betah aja kalau disuruh main bareng sama kucing, hehe.. setiap kali kita udah seneng senengnya main, pasti disuruh pulang,dan itu yang membuat kita sedih dan jarang ketemu, karena kesibukan orang tua kita masing-masing.
             Waktu demi waktu berlalu, hingga pada suatu hari kita bertiga bertemu kembali, sekarang kita sudah sedikit dewasa semua,dan ketika bertemu sudah tak seakrab dulu, karena sudah sibuk dengan hp masing-masing. Dan entah kenapa hanya aku yang tak dianggap ketika kita bertiga bertemu, Momo dan Nana seakan akan tak menginginkan kehadiranku,ya aku hanya menghela nafas atas kejadian ini, waktu itu aku bisa memaklumi, namun semakin kesini, mereka berubah drastis seolah olah aku adalah seorang yang tak dikenal, aku sangat heran, mengapa mereka seperti itu kepadaku.
           Hingga akhirnya aku memutuskan untuk "kalau mereka saja tak memperdulikan aku, kenapa aku harus peduli dengan mereka? Sedangkan sahabat ku saja bukan hanya mereka". Dan dari situlah aku ingin menjadi seseorang yang mereka berdua sesali karena tak memperdulikan aku,dan lihatlah nanti kalau aku sudah sukses, aku akan membuatmu menyesal.

"Tamat"..
Karya : Nuriza Ramadani.
 

Komentar